Silinder Master Rem
Konstruksi Dan Nama – Nama Bagian – Bagian Silinder Master :
Bagian – bagian
1. Silinder
2. Cairan rem
3. Lubang penambahan
4. Lubang kompensasi
5. Saluran ke silinder roda
6. Katup
7. Pegas katup | 8. Sil karet primer
9. Cincin pelindung
10. Lubang pengisian
11. Torak
12. Sil karet sekunder
13. Reservoir
14. Lubang ventilasi |
Cara Kerja Master Silinder
![clip_image002[4] clip_image002[4]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_trLNKwAra66qtHJF0sVhTeAR39mld6cIpoaG6YShVETdxFie1nZm15CJlb-lMSLIlgsfrqDbO7eq_yGUQ7sa9c85vbJEClUenE6MFjgQVdgz0f9nsKL3iwVmtVfA8XBI89UPvllV9w=s0-d) | Langkah tekan
Tekanan cairan rem terbentuk, setelah sil karet melewati lubang kompensasi |
![clip_image002[6] clip_image002[6]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_ukUX64Qccbrx9y1zwMXd8QPS0RR2NEKYWZpdakk5OyoFp1bZ3YL_Lu-Pv5a9HWGkTsHxdiF9baJ0AjDtzI38kDxR9zSwKD1U0TIgsZrbSPn2UU2K0hKyCDJ_yT4r-5m07BLBl_s-v1=s0-d) | Langkah lepas
Tegangan pegas menekan sil karet kembali, makan ruang didepan sil karet membesar
( vacum ), cairan rem dari reservoir mengalir keruang kerja |
![clip_image002[8] clip_image002[8]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tss9E73_0akDjBSdTR__xTz4FhQ8u1VvJAgAyGpkwMHl1cfSOPf13nFluh4lOXsDWS82Ez7W1EghdUYf6f9OurjKbEM82mjy60Kc5EsJrfMKD_5O2T7YGzzr3vGxAeBPo1Qa9qMfCIOQ=s0-d) | Setelah itu, cairan rem silinder roda ( akibat gerak kembali toraknya ) mengalir ke silinder master dan kembali ke reservoir, setelah lubang kompensasi terbuka. |
Macam – Macam Silinder Master :
Ada 3 macam silinder master :
· Silinder master satu torak
· Silinder master dua torak ( jenis tandem )
· Silinder master port less
- Silinder master satu torak sudah dibahas diatas
- Silinder master dua torak ( tandem )
1. Rumah batang pendorong ( torak I )
2. Cincin pengunci
3. Lubang penambah
4. Lubang kompensasi
5. Baut pembatas
6. Lubang ventilasi
7. Sil karet primer | 8. Pegas
9. Pentil dasar
10. Sil karet sekunder
11. Sil karet sekunder
12. Torak II
13. Pegas
14. Saluran rem untie sistem aksial |
Cara Kerja Master Silinder Jenis Tandem
Keadaan normal
![clip_image002[14] clip_image002[14]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vdWSe1YUPCD_B8VBBm6khSbmtyG8SdtAnyRUP96VkwkOi3BIhbN-JS8IlDAD6Pl4D2wHOyrATcboPRQnS1Xx3vwu-moSrOuPYNlmrGFnLL2w7ftSSkdflbP8b6MvzkTBXwrG7cSYK6NA=s0-d) | · Sil primer torak I dan II berada di antara lubang kompensasi dengan lubang penambahan
· Lubang penambahan dan kompensasi selalu berhubungan dengan reservoir |
Saat Rem Ditekan
![clip_image002[16] clip_image002[16]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vT_30M1MnJpSqvqbI5R77Ah1chodcL7xjaBi2dxBXgGrEYbl0Ahie0v0xfachliKpecoBUS2FEKFFX-MAx_AeM-CeGsTfIW8MQCEoHCTlcYFdlWA2Ll_isFfqPYHP-pExnP88MK1he=s0-d) | · Torak I bergerak maju dan menutup lubang kompensasi
· Timbul tekanan hidraulik di depan torak I dan mendorong torak II maju menutup lubang kompensasi
· Tekanan hidraulis di depan torak I dan II disalurkan ke masing – masing silinder roda |
Saat Rem Dilepas
![clip_image002[18] clip_image002[18]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tH4ut-eE9ILmnjcIRhwmINLf7EGB4iIi3VbjWZKWzCvAMM3POBZSwBOvCQ0_fy-VzqmbD5XhRoFjY8Wkw5FM-CTYh_amoQfgjxbaoRFAX0kf7t9EQjqnOKQgbP4yOSXZyuVn_HpZaG=s0-d) | · Torak I dan II bergerak kembali ke belakang oleh pegas
· Bersama dengan itu minyak rem di belakang sil primer mengalir ke depan torak I, II melalui lubang pengisian
· Bila minyak rem di depan torak ( I dan II ) sudah penuh, minyak rem mengalir dari silinder ke reservoir melalui lubang kompensasi |
Bila Terjadi Kebocoran
Silinder master jenis tandem, dengan sistem 2 sirkit sekarang banyak digunakan pada kendaraan untuk mengatasi kebocoran pada salah satu sistem rem, maka sistem rem yang lain masih bisa berfungsi
Kebocoran terjadi pada pipa R
| · Torak I slip, tekanan rem hidraulis pipa ( R ) nol
· Torak I mendorong torak II cairan rem sistem dua ditekan torak II maka pipa ( F ) bertekanan
· Cairan rem, sistem satu kurang |
| · Torak I menekan cairan rem sistem satu maka pipa ( R ) bertekanan
· Tekanan rem hidraulis sistem satu mendorong torak II
· Torak II slip sampai pembatas, karena tekanan rem hidraulis pipa ( F ) nol
· Minyak rem sistem dua kurang |
4. Pentil Dasar
Fungsi :
· Sistem rem tromol perlu tekanan pendahuluan sil-sil silinder akan ditekan oleh silinder master lebih keras
Þudara tidak bisa masuk
· Sedikit tekanan hidraulis
Þ sudah ada gaya
Cara kerja :
| Keadaan normal :
· Katup pentil 1 menutup saluran keluar pada sil karet
· Sil karet 2 tertekan oleh pegas
· Saluran cairan rem dari silinder master ke silinder roda terputus |
| Pedal rem ditekan :
· Katup pentil terbuka oleh tekanan hidraulis di dalam silinder master
· Tekanan cairan rem mengalir ke silinder roda melalui lubang pengeluaran pada katup pentil |
| Pedal rem dilepas :
· Lubang p
· Pengeluaran tertutup oleh katup pentil yang dibantu dengan isapan torak
· Bersamaan dengan itu, sil karet terbuka oleh tekanan balik cairan rem dari silinder roda
· Minyak rem dari silinder roda mengalir ke silinder roda
· Bila tekanan hidraulis seimbang, sil karet menutup lagi ( terputus ) |
Pentil Dasar Rem Cakram
Konstruksi:
· Rem cakram perlu pengurangan tekanan hidraulis sampai perbedaan tekanan nol bar
· Tidak ada tekanan pendahuluan roda rem cakram
· Pentil dasar diperlukan untie pembuangan udara
· Digunakan pada intern diagonal rem cakram
Pertukaran : Pentil dasar mempunyai lubang by pass
Fungsi:
· Pada pekerjaan biasa tekanan diatur oleh lubang bypass sampai nol bar
· Perlu pemompaan, tekanan kembali ke silinder master perlahan pada pentil dasar berfungsi seperti yang biasa